Dalam tulisan kali ini saya hendak menuliskan unek-unek saya di tempat kerja.
Jadi ceritanya saya punya 'teman' (bukan teman juga kali ya) kerja yang agak unik. Kita sebut saya teman kerja saya ini dengan nama A.
Waktu saya pertama kali job interview di perusahaan ini, boleh bilang A ini yang meng-interview saya. Waktu pertama interview dulu itu, saya sempat berpikir 'busyet galak amat ya keliatannya A ini' ..... namun saya berusaha menepis anggapan demikian .... apalagi orang-orang lainnya yang interview saya cukup ramah.
Nach waktu aku jadi anak baru, A ini sering ajak ngobrol aku. Wach ternyata dia tidak seseram penampilannya. Cuma yang agak heran, setiap kali A ngobrol mesti jelek-jelek in atasan aku (yang merupakan anak buah dia sebenarnya). Dan keliatannya mereka tidak memiliki hubungan yang baik. Lama kelamaan bosen juga aku mendengar ocehan dia tentang betapa sebalnya dia terhadap 'atasan aku' dan sambil jelek-jelek in. Pernah juga terlintas di pikiran saya 'busyet orang ini koq jelek-jelek in orang sadis amat ya .....ntar pasti gue akan kena giliran dijelek-jelekin'.
Eh bener aja beberapa tahun kemudian (sekitar 5-6 tahun) giliran saya di kata-katain .... wouw....
sebenernya sih saya cukup salut sama A ini, dia sangat rajin .... cuma koq ya ngga punya perasaan ya dan ambisinya luar biasa.
Well ... ngga ada yang bisa saya lakukan saat ini kecuali bersabar dan berusaha menghindar dari orang ini .....(walaupun kadang-kadang susah sekali menghindar di dalam pekerjaan). ... dan seringkali saya sedih jadi victim nya ..... hik...hik...hik.... :(
This is my journey in life ...... work, fun, traveling ... all have their own time. Life is short so I'm trying to enjoy every single time
Jumat, 03 September 2010
Rabu, 01 September 2010
Krakatoa or Krakatau






Diving trip kali ini adalah ke P. Krakatoa. Berhubung perjalanan sangat jauh, kami berangkat pagi-pagi sekali (jam 5 dari rumah karena janjian ketemu di km 43 jam 6 pagi). Dari km 43 tol Jakarta-Merak kami menuju pelabuhan Paku. Ada 2 kapal yang akan berangkat ke Krakatau hari itu. Setelah loading tank dan perlengkapan lainnya, berlayarlah kita ke Krakatau.
Perjalanan yang semula direncanakan sekitar 3 jam jadi mulur lebih dari 4 jam karena kapal kami mesinnya lambat ..... dan terutama juga muatannya banyak karena tank-tank sebagian besar di situ.
Akhirnya tengah hari kami sampai di Pulau Rakata. Diputuskan kita turun dulu baru makan siang. Mulailah kita berlompatan 'turun' ...... namun berhubung banyak juga yang masih baru dan mengalami kesulitan equalize, dan kita yang nunggu juga kebanyakan kicking ..... naik lah pasir-pasirnya sehingga visibility sangat low. Sampe-sampe buddy kita aja ngga keliatan.
Dive pertama kurang begitu sukses ..... karena baru sebentar buddy saya udach kehabisan udara, so naiklah kita ......
Setelah semuanya naik, kita merapat di Pulau Rakata untuk makan siang. Pulau Rakata hanya berupa hutan, tanpa penghuni. Penghuninya yang kami jumpai hanya biawak. Indah sekali dan alami. Namun sayang pantainya hitam, tidak putih.
Setelah beristirahat makan sekalian surface interval selesai .... kita naik lagi ke boat untuk menuju Pulau Anak Krakatau. Berbeda dengan Pulau Rakata yang 'greeny', Pulau Anak Krakatau tandus, tidak ada pohon (maklum juga karena pulau ini adalah volcano yang masih aktif).
Kami mulai dive kedua di sekitar Anak Krakatau. Corals kurang begitu banyak, namun formasi batuan nya cukup unik, mengingat batu-batuan tersebut merupakan lava yang membeku. Juga underwater vegetation nya juga cukup unik. Dive kedua cukup sukses, kami bisa menikmatinya. Namun menjelang berakhir, arus menjadi cukup kuat sehingga kita safety stop dan naik.
Perjalanan yang semula direncanakan sekitar 3 jam jadi mulur lebih dari 4 jam karena kapal kami mesinnya lambat ..... dan terutama juga muatannya banyak karena tank-tank sebagian besar di situ.
Akhirnya tengah hari kami sampai di Pulau Rakata. Diputuskan kita turun dulu baru makan siang. Mulailah kita berlompatan 'turun' ...... namun berhubung banyak juga yang masih baru dan mengalami kesulitan equalize, dan kita yang nunggu juga kebanyakan kicking ..... naik lah pasir-pasirnya sehingga visibility sangat low. Sampe-sampe buddy kita aja ngga keliatan.
Dive pertama kurang begitu sukses ..... karena baru sebentar buddy saya udach kehabisan udara, so naiklah kita ......
Setelah semuanya naik, kita merapat di Pulau Rakata untuk makan siang. Pulau Rakata hanya berupa hutan, tanpa penghuni. Penghuninya yang kami jumpai hanya biawak. Indah sekali dan alami. Namun sayang pantainya hitam, tidak putih.
Setelah beristirahat makan sekalian surface interval selesai .... kita naik lagi ke boat untuk menuju Pulau Anak Krakatau. Berbeda dengan Pulau Rakata yang 'greeny', Pulau Anak Krakatau tandus, tidak ada pohon (maklum juga karena pulau ini adalah volcano yang masih aktif).
Kami mulai dive kedua di sekitar Anak Krakatau. Corals kurang begitu banyak, namun formasi batuan nya cukup unik, mengingat batu-batuan tersebut merupakan lava yang membeku. Juga underwater vegetation nya juga cukup unik. Dive kedua cukup sukses, kami bisa menikmatinya. Namun menjelang berakhir, arus menjadi cukup kuat sehingga kita safety stop dan naik.
Label:
Diving di Krakatau,
Krakatau,
Krakatoa
Dari kampung leluhur




Bulan Agustus, kebetulan saya berkesempatan ke Palembang. Ini merupakan kunjungan ketiga saya di kota leluhur (kebetulan opa saya adalah "wong kito").
Udach diniatin banget, ke Palembang kali ini harus mampir di sungai Musi ...... karena pada kunjungan sebelumnya saya tidak sempat mampir ke sungai Musi.
Kebetulan sekali ketika saya motret-motret jembatan Ampera dari sekitaran Benteng Kuto Besak, ada tukang perahu sendirian dan dia nawarin untuk naik ke perahunya. Akhirnya setelah tawar-menawar dia mau Rp 75,000.- padahal pergi kemana juga saya kurang begitu tahu. Pokoknya yang penting 'turun' ke sungai Musinya. Akhirnya naiklah saya ke perahu tersebut. Ternyata saya dibawa ke Pulau Kemaro, jadi ada pulau kecil di Sungai Musi tersebut, dan di pulau tersebut ada klenteng lengkap dengan Pagoda nya. Wah lumayan juga nih, soalnya boleh dibilang ini adalah yang pertama kali saya melihat Pagoda di negri sendiri. Biasanya saya melihat Pagoda di Thailand.
Kebetulan sekali ketika saya motret-motret jembatan Ampera dari sekitaran Benteng Kuto Besak, ada tukang perahu sendirian dan dia nawarin untuk naik ke perahunya. Akhirnya setelah tawar-menawar dia mau Rp 75,000.- padahal pergi kemana juga saya kurang begitu tahu. Pokoknya yang penting 'turun' ke sungai Musinya. Akhirnya naiklah saya ke perahu tersebut. Ternyata saya dibawa ke Pulau Kemaro, jadi ada pulau kecil di Sungai Musi tersebut, dan di pulau tersebut ada klenteng lengkap dengan Pagoda nya. Wah lumayan juga nih, soalnya boleh dibilang ini adalah yang pertama kali saya melihat Pagoda di negri sendiri. Biasanya saya melihat Pagoda di Thailand.
Dengan gaya wisatawan lokal dan seorang diri, saya motret-motret Pagoda tersebut. Setelah puas, dengan berperahu saya kembali ke dermaga di depan Benteng Kuto Besak lagi.
Label:
Jembatan Ampera,
Palembang,
Pulau Kemaro,
Sungai Musi
Jumat, 20 Agustus 2010
Other side of Bali




Dalam perjalanan ke Bali kali ini, saya habiskan untuk diving.
Hari pertama, kami diving di Tulamben. Entry yang dari beach ternyata jauh lebih sulit dibandingkan entry yang biasa dari kapal. Kita harus menghindari ombak pecah, disamping itu sungguh sulit membawa tabung dan pemberat dan berjalan mundur. Namun segala kesulitan terobati ketika melihat corals yang indah di bawah sana. Tidak ketinggalan kami wreck dive melihat kapal USS Liberty yang tenggelam jaman World War 2 dulu. Sekarang kapal tersebut telah menjadi tempat tumbuh corals dan tempat tinggal bagi ikan-ikan. Malam hari, kami melakukan night dive, masih di lokasi yang sama dengan siangnya. Senang sekali melihat beberapa coral yang glowing in the dark ......
Hari kedua, kami menuju Nusa Penida. Sayangnya ikan Mola-Mola yang menjadi incaran kami tidak keliatan ..... padahal 2 kali kami turun di lokasi yang sama. Rombongan diver sebelum kami, mengatakan mereka lihat ikan tersebut, namun ketika kami turun tidak menjumpai sama sekali. Namun kami cukup dihibur dengan pemandangan corals yang menakjubkan serta ikan yang banyaaaak sekali jumlahnya.
Diving trip yang sangat berkesan ..... Bali yang indah bukan hanya di atas tanah, kesenian & budaya namun ternyata potensi underwater world nya luar biasa.
Yang jelas suatu saat saya harus kembali lagi ke Nusa Penida untuk berjumpa dengan Mola-Mola.
Kamis, 19 Agustus 2010
From Mainlaind ...China




Liburan kenaikan kelas, Juni lalu kami berkesempatan pergi ke Southern China. Kebetulan sedang ada promo karena pemerintah GuangXi Autonomous District (?) sedang menggiatkan pariwisata disana.
Yang paling berkesan dari kami di China adalaha WC umumnya yang luar biasa baunya ....... padahal jika diperhatikan air untuk menyiram tersedia dalam jumlah yang cukup. Di restoran, hotel, toko atau di rest area di jalan tol ...... susah sekali menemukan WC yang bebas bau. Rasanya pake masker pun baunya masih tembus.
Kesan kedua dari China adalah bahasa ...... duh susah kali komunikasinya. Di hotel pun karyawan receptionist nya bahasa Inggris nya payah. Jadi agak susah juga jika kita perlu sesuatu atau mau minta tolong atau bertanya.
Pemandangan di China bagian Selatan ..... terutama bukit-bukit kapurnya cukup menarik .... di daerah perbatasan dengan Vietnam, daerah Mingshi ...... pemandangan bukit kapur dan sungai sangat luar biasa.
Walaupun memiliki jumlah penduduk hampir 1 Milyar, jika kita keluar kota sedikit tidak kelihatan terlalu crowded ..... mungkin karena memang areanya cukup luas. Sepeda motor yang menggunakan battery merupakan program yang sangat menarik diterapkan di perkotaan sehingga polusi dan kemacetan bisa ditekan. Mungkin Jakarta bisa mencontoh kali.
Kami sempat mampir di Guilin ..... dan kebetulan malamnya kami berkesempatan naik perahu di sungai yang tepian sungainya diberikan lampu-lampu ..... wah keren sekali .... mereka bisa menjual pariwisata naik perahu di waktu malam dan orang sangat antusias menikmatinya.
Masih di Guilin, kami memperhatikan pemerintahnya sangat memperhatikan keindahan tepian sungainya ...... di pinggir sungai dibuat 'pedestarian walk' sehingga orang bisa berjalan-jalan atau bahkan jogging .... dengan pemandangan yang indah dan sungai yang bersih .... wah luar biasa.
Makasar ....... a shinning star in the East


Pada kesempatan supervisi riset di bulan April 2010, saya berkesempatan untuk ke Makasar. Sudah cukup lama saya tidak berkunjung ke kota ini sejak kunjungan saya yang terakhir di tahun 2004. Banyak perubahan yang saya lihat, yang berbeda dibandingkan kunjungan sebelumnya. Pertama adalah Bandara di Makasar ..... sangat impressive baik dari segi arsitektur maupun dari segi penghematan energy. Atap langit-langit cukup tinggi, terang .... jadi ngga perlu lampu, kecuali malam tentu.... tinggal bagaimana maintenance nya ke depan ..... perlu dijaga supaya tetap "berkilap"
Pantai Losari, yang memang sejak kunjungan saya 6 tahun lalu sangat berkesan .... kini semakin cantik saja dengan Plaza yang luas dan tugu? yang unik. Sayang banyak sekali tukang jualan, bahkan anak-anak ..... sehingga kita agak sedikit terganggu untuk menikmati sunset yang indah
Well Makasar jauh lebih cantik sekarang .... semoga apa yang telah dibangun dengan baik dapat dipelihara .... supaya makin banyak orang yang bisa menikmati. Sayang saya tidak sempat berkunjung ke Trans Studio ..... mungkin pada kesempatan lain .....
Minggu, 11 Juli 2010
Floating Market Banjarmasin




Dalam kesempatan on the job 22-24 Februari 2010 lalu ke Banjarmasin, aku menyempatkan diri untuk liat Floating Market (pasar terapung).
Untung nya aku menginap di Swiss Belhotel Borneo, sehingga mereka menyediakan fasilitas 'kapal' untuk pergi ke pasar terapung tersebut.
So malam sebelum hari 'H' aku mendaftar di receptionist minta besoknya agar bisa ikut serta 'tour' ke floating market.
Jadi lah mereka bangunin aku sekitar jam 4.30 pagi waktu Witeng yang artinya jam 3.30 am WIB.
Mata masih sepet, namun karena semangat untuk melihat floating market begitu tinggi, akhirnya bergegas juga. Aku segera turun ke lobby, namun koq sepi sekali ..... aku coba membangunkan teman2 ku yang katanya mau ikutan, namun mereka akhirnya batal karena lebih memilih tidur ketimbang bagun di pagi buta.
Aku bertanya ke receptionist, apakah jadi 'tour' ke floating market, beliau mengatakan masih membangunkan pesertanya. Jadi lah aku orang pertama yang siap diberangkatkan.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya muncul satu per satu perserta 'tour' nya. Ada sepasang suami-istri (?) dari Jawa Timur, seorang Bapak serta 1 orang teman ku yang akhirnya mau menemani aku di pagi buta itu. So, kita ber-5.
Ternyata dermaga kapal berada di halaman hotel ..... jadi tinggal 'turun' ke bawah sampailah di tepi sungai. Yang unik adalah kapalnya, atapnya pendek sekali ...... sehingga semua yang masuk harus merangkak ..... hehehe :) Aku ngga tau kenapa mereka membuat atap koq ya pendek sekali.
Kita duduk lesehan dengan manis di dalamnya (karena ngga mungkin berlutut atau berdiri, kepala kita akan terbentur)..... akhirnya mulailah petualangan kita di sungai menuju ke hulu tempat 'floating market' tersebut. Konon menurut cerita 'supirnya' perahu, dulu floating market tersebut ramai sekali, namun sekarang berkurang karena mereka lebih suka jualan di darat .... apalagi dengan adanya prasarana jalan hingga ke pelosok-pelosok. Jadi mereka ngga perlu lagi mendayung perahu untuk jualan ......
Dari sungai yang 'rada kecil' akhirnya sekitar 30 menitan kami tiba di sungai yang 'besar' sekali ..... serasa sudah tiba di laut ..... itulah sungai Barito.
Tidak lama kemudian .... kami melihat serombongan kapal kecil-kecil mendekati kapal kami, di dalam kapal yang kecil ada bermacam hasil bumi, sayur-sayuran, buah .... ada kue-kue juga ... dan banyak lagi. Yang menakjubkan adalah ibu-ibu yang jualan di floating market tersebut ..... mereka mendayung dan jualan di pagi buta untuk menghidupi keluarga ..... sungguh wanita perkasa..... aku benar-benar terinspirasi oleh mereka.
Yang unik lainnya adalah kapal yang jual kue-kue tradisional ..... kami dikasih seperti 'kail' dari kayu panjang dan diujungnya ada paku ..... jadi kami tinggal menusuk kue dengan pakunya kemudian menariknya mendekati kami ..... jadi seperti orang mancing.
Kami sengaja membeli beberapa kue ..... bukan untuk dimakan, namun untuk mencoba metoda membeli kue antar perahu.... ..... very fun lengkap dengan trial & error seperti kita bermain kail di timezone.
Setelah puas berfoto dan menikmati floating market tersebut ... kami akhirnya berangkat lagi melihat suatu pulau di tengah sungai yang penuh dengan monyet-monyet ....
Matahari mulai tinggi, akhirnya kami kembali balik ke hotel. Terima Kasih buat Swiss Belhotel Borneo yang telah menyediakan 'tour' gratis ke floating market .....
Sungguh menyenangkan tour 'floating market' ini, namun sangat disayangkan apabila 'floating market' in akhirnya harus hilang tergerus oleh prasarana and kemajuan jaman..... perlu campur tangan pemerintah sepertinya untuk melestarikan nya dan menjual pariwisata ini seperti yang dilakukan pemerintah Thailand di Chao Praya River.
Langganan:
Postingan (Atom)