Senin, 24 Januari 2011

Malaysia memang maju




Waktu sekitar bulan November kemarin, saya dan suami sempat ke Kuala Lumpur. Sebenarnya ini bukan merupakan kunjungan kami yang pertama ke sana.
Begitu tiba di Kuala Lumpur kami langsung ke Genting, karena rencananya kami bermalam di Genting. Lumayan soalnya saya senang di Genting karena ada mall nya dan udaranya sejuk. Kali ini kami tidak bisa naik cable car untuk menuju Hotelnya karena cable car nya masih dalam masa perawatan, so terpaksa kita naik bis. Sebenernya sih lebih fun naik cable carnya karena pemandangannya cukup bagus dari atas.
Besomnya turun dari Genting, kami sempat makan di spinning restauant di menara Kuala Lumpur. Sebenarnya sih taste makanan nya standard. Cuma memang pilihan menunya buanyaaak. Dan kita makan buffet disitu, jadi cukup puas. Satu hal yang saya liat dari atas menara KL tersebut adalah cukup rapinya kota KL dibandingkan Jakarta. Banyak gedung2 bertingkat dan pemukiman kumuh ngga keliatan. Atau mungkin karena saya melihat dari tempat yang sangat tinggi sehingga pemukiman kumuhnya ngga terlihat. Yang jelas kota KL lebih modern dan bagus dari Jakarta. Lebih bersih, banyak gedung tinggi dan modern. Pantes aja orang2 sana bisa lebih bangga dari orang Indonesia.
Satu lagi Putra Jaya, pusat pemerintahan yang baru ....... Ya ampun benar2 ditata dengan baik. Kereeen sekali.
Semacet- macetnya KL, rasaan Jakarta lebih parah nih. Sedih dech kaloe membandingkan Jakarta dengan KL.

Selasa, 18 Januari 2011

A piece of Phuket in memory





Masih tentang Phuket. Berhubung saya dan suami pergi sendiri maksudnya ngga pake biro perjalanan. Maka begitu kami mendarat disitu kami Langsung hunting tour. Kita jalan sepanjang jalan utamanya, ternyata disitu banyak sekali yang menawarkan paket wisata atau tiket nonton Thai boxing atau cabaret. Terus terang saya ngga tertarik nonton cabaret or boxing, jadi kita nyari yang tour buat siang hari. Kami masuk ke suatu agent tour yang tempatnya keliatannya oke, kami nanya- nanya disitu. Ada 2 paket pilihan yang tampaknya menarik, paket ke Phi Phi Island dan paket ke James Bond Island. Berhubung waktu kami di phuket sangat terbatas, akhirnya kami memutuskan untuk ikut paket ke James Bond Island. Malamnya, ketika hendak makan malam, kami sedang browsing tempat makan ketika a couple dari Israel (orang Yahudi) menegur dan menyarankan kami milih makan seafood di tempat dimana dia makan. Kata dia sih highly recommended. So kita ikuti dan memang benar seafoodnya enak dan harganya murah. Sambil menunggu makanan, kami ngobrol2 tentang paket wisata di Phuket. Sang istri dengan bangga menceritakan gimana dia mendapatkan paket wisata ke James Bond Island yang menurut dia paling murah karena sebelum dia membeli paket perjalanan itu dia sudah browsing dari ujung ke ujung. Sehingga menurut dia yakin sekali itu yang paling murah. Dan jika saya bandingkan sebenarnya yang dia bayar dengan yang kami bayar tidak berbeda banyak, paling beda sekitar 50 bath (Rp 15,000). Well worth for her dech karena dia browsing dari ujung ke ujung .....hahaha :).

Paginya kami dijemput oleh tour operator tersebut. Kami di bawa ke pelabuhan dan dengan naik kapal besar, kami dibawa menuju James Bond Island. Pemandangannya luar biasa indah, dengan gunung2 batu yang menjukang dari laut. Mirip di china, hanya bedanya di China dari daratan, ini gunungnya dari Laut. Kami mendarat dinpulau kecil yang melihat James Bond Island itu. Hebat sekali location manager dari film James Bond itu, karena memang pemandangannya sangat indah.

Kami juga diajak keliling naik canoe dan akhirnya main berenang di laut. It was really fun.

Pinter sekali pemerintah Thailand jualan tempat wisata. Wisata Phuket cukup maju, hampir menyaingi Bali.

Selasa, 26 Oktober 2010

Beautiful Phuket





Sekitar 2 minggu lalu, kami pergi ke Phuket. Mumpung ada penerbangan murah dari Airasia .... direct flight lagi.
Tujuan ke Phuket sebenarnya adalah diving di Similan Island yang merupakan "world class diving spot" di Thailand. Namun sayangnya kami tidak mengecek diving time yang tepat sebelum beli tiket pesawat. Yang ada malah Similan masih di 'close' untuk diving. Baru dibuka bulan November-April. Weather tidak memungkinkan untuk diving di luar waktu tersebut, so dengan agak kecewa akhirnya kami memilih tempat diving lainnya ..... masih di Andaman Sea.
Jadi kami diving di tempat yang namanya Ratcha Yai/ Ratcha Noi.
Kali ini kami memilih Thailand Diver..... Service Thailand diver ok punya, mereka punya diving boat yang cukup besar.... dengan 2 WC. bawa kompressor sendiri, cukup nyaman. Kapalnya terdiri dari 2 deck, di bawah ada 1 ruangan tertutup, di dalamnya ada video & TV .... jadi kalo mau ambil diving course bisa dilakukan disitu. Trus di depannya ada tempat untuk alat2 divingnya. Divers ngumpul di deck atas. Ada meja panjang dan kursi panjang, ada makanan dan cooler yang besar sekali ..... jadi kalo haus tinggal ambil, mau panas juga ada. Very nice. Dive master kami namanya Christian, dari Switzerland..... (di Swiss, dia biasa dive di danau bukan di laut).
Yang sangat berkesan adalah briefing nya..... he explained everything very detail ..... seperti kita akan ke arah mana, kemudian bagaimana arus nya, lalu apa yang akan kita lakukan, ikan2 apa saja yang kemungkinan akan kita jumpai (lengkap dengan gambar ikannya, yang berwarna dan di laminating). Kemudian jenis-jenis coral nya, vegetasi nya, bottom condition ..... pokoknya jelas banget dech. Jarang di Indo kami di-brief dengan sangat jelas seperti ini. Oh iya satu lagi .... mana binatang/ tumbuhan yang harmful juga dikasih tau ..... don't touch this or don't be near this ..... very clear. Sehingga kami merasa divingnya sangat sukses ...... Thank you Christian!

Sabtu, 11 September 2010

Kaloe mau liburan murah ....... Tidung Island can be a choice








Banyak temen-temen membicarakan tentang Pulau Tidung di kep. Seribu ..... bikin aku penasaran searching di website tentang Tidung ini ....
Ternyata keliatannya ok juga, apalagi ternyata Pulau yang satu ini lagi naik daun sejak tahun 2009 yang lalu (begitu kata beberapa penduduk disana), so berbekal 'ilmu dan informasi' yang aku dapat dari website, maka tanggal 28 Agustus 2010 pagi-pagi sekali kita sudah meluncur dari Cibubur ke Muara Angke untuk mengejar perahu yang menuju P. Tidung.
Perahu berangkat sekitar jam 7 lewat ..... dan suasana di dalam perahu persis seperti perahu pengungsi Vietnam .... penuhnya minta ampun. Tiket kapal ngga perlu beli di loket, yang penting kita naik dulu ke atas kapal, cari posisi lesehan, terus tinggal tunggu orang kapalnya muter-muter nagih duit tiket (itu pun kira-kira 3/4 perjalanan baru ditagih) .... persis naik metro mini. Harga tiket sekitar Rp 30 ribu.
Setelah sekitar 2.5 jam berlayar, sampailah kami di dermaga P. Tidung ..... lumayan ternyata ngga terlalu lama banget di kapalnya.
Sampai di Tidung, kami menuju penginapan yang berupa rumah penduduk yang disewakan. Kami sewa 1 rumah, lumayan ada AC nya jadi ngga terlalu panas di saat musim kemarau. Selesai check in (maksudnya ketemu pemilik rumahnya), kami langsung sewa sepeda yang harganya Rp 15 ribu per sepeda per hari (maksudnya 24 jam). Dengan sepeda kami bisa menjelajahi Pulau Tidung kemana-mana. Mula-mula kami menuju Jembatan Cinta, yang menghubungkan P. Tidung besar & kecil. Setelah makan siang, kami teruskan pergi snorkeling dengan menyewa perahu. Kami snorkeling di sekitar P. Payung besar & kecil. Asik snorkeling, tidak terasa hari mulai malam ...... sunset kami nikmati di tengah laut dari atas kapal.
Besoknya pagi-pagi sekali kami mengejar sunrise di Jembatan Cinta. Setelah itu kami lanjutkan menyusuri pantai menuju ujung sebelah Barat P. Tidung. Di pantai bagian barat ini, suasananya masih sangat alami .....
Puas bermain-main, kami kembali ke penginapan untuk bersiap pulang ..... bersyukur kami bisa mendapat kapal ke Marina, Ancol ...... yang darmaganya lebih 'manusiawi' dibandingkan Muara Angke yang kotor dan jorok.

Jumat, 03 September 2010

Kerja oooohhh kerja

Dalam tulisan kali ini saya hendak menuliskan unek-unek saya di tempat kerja.
Jadi ceritanya saya punya 'teman' (bukan teman juga kali ya) kerja yang agak unik. Kita sebut saya teman kerja saya ini dengan nama A.
Waktu saya pertama kali job interview di perusahaan ini, boleh bilang A ini yang meng-interview saya. Waktu pertama interview dulu itu, saya sempat berpikir 'busyet galak amat ya keliatannya A ini' ..... namun saya berusaha menepis anggapan demikian .... apalagi orang-orang lainnya yang interview saya cukup ramah.
Nach waktu aku jadi anak baru, A ini sering ajak ngobrol aku. Wach ternyata dia tidak seseram penampilannya. Cuma yang agak heran, setiap kali A ngobrol mesti jelek-jelek in atasan aku (yang merupakan anak buah dia sebenarnya). Dan keliatannya mereka tidak memiliki hubungan yang baik. Lama kelamaan bosen juga aku mendengar ocehan dia tentang betapa sebalnya dia terhadap 'atasan aku' dan sambil jelek-jelek in. Pernah juga terlintas di pikiran saya 'busyet orang ini koq jelek-jelek in orang sadis amat ya .....ntar pasti gue akan kena giliran dijelek-jelekin'.
Eh bener aja beberapa tahun kemudian (sekitar 5-6 tahun) giliran saya di kata-katain .... wouw....
sebenernya sih saya cukup salut sama A ini, dia sangat rajin .... cuma koq ya ngga punya perasaan ya dan ambisinya luar biasa.
Well ... ngga ada yang bisa saya lakukan saat ini kecuali bersabar dan berusaha menghindar dari orang ini .....(walaupun kadang-kadang susah sekali menghindar di dalam pekerjaan). ... dan seringkali saya sedih jadi victim nya ..... hik...hik...hik.... :(

Rabu, 01 September 2010

Krakatoa or Krakatau




































Diving trip kali ini adalah ke P. Krakatoa. Berhubung perjalanan sangat jauh, kami berangkat pagi-pagi sekali (jam 5 dari rumah karena janjian ketemu di km 43 jam 6 pagi). Dari km 43 tol Jakarta-Merak kami menuju pelabuhan Paku. Ada 2 kapal yang akan berangkat ke Krakatau hari itu. Setelah loading tank dan perlengkapan lainnya, berlayarlah kita ke Krakatau.
Perjalanan yang semula direncanakan sekitar 3 jam jadi mulur lebih dari 4 jam karena kapal kami mesinnya lambat ..... dan terutama juga muatannya banyak karena tank-tank sebagian besar di situ.
Akhirnya tengah hari kami sampai di Pulau Rakata. Diputuskan kita turun dulu baru makan siang. Mulailah kita berlompatan 'turun' ...... namun berhubung banyak juga yang masih baru dan mengalami kesulitan equalize, dan kita yang nunggu juga kebanyakan kicking ..... naik lah pasir-pasirnya sehingga visibility sangat low. Sampe-sampe buddy kita aja ngga keliatan.
Dive pertama kurang begitu sukses ..... karena baru sebentar buddy saya udach kehabisan udara, so naiklah kita ......
Setelah semuanya naik, kita merapat di Pulau Rakata untuk makan siang. Pulau Rakata hanya berupa hutan, tanpa penghuni. Penghuninya yang kami jumpai hanya biawak. Indah sekali dan alami. Namun sayang pantainya hitam, tidak putih.
Setelah beristirahat makan sekalian surface interval selesai .... kita naik lagi ke boat untuk menuju Pulau Anak Krakatau. Berbeda dengan Pulau Rakata yang 'greeny', Pulau Anak Krakatau tandus, tidak ada pohon (maklum juga karena pulau ini adalah volcano yang masih aktif).
Kami mulai dive kedua di sekitar Anak Krakatau. Corals kurang begitu banyak, namun formasi batuan nya cukup unik, mengingat batu-batuan tersebut merupakan lava yang membeku. Juga underwater vegetation nya juga cukup unik. Dive kedua cukup sukses, kami bisa menikmatinya. Namun menjelang berakhir, arus menjadi cukup kuat sehingga kita safety stop dan naik.

Dari kampung leluhur











Bulan Agustus, kebetulan saya berkesempatan ke Palembang. Ini merupakan kunjungan ketiga saya di kota leluhur (kebetulan opa saya adalah "wong kito").
Udach diniatin banget, ke Palembang kali ini harus mampir di sungai Musi ...... karena pada kunjungan sebelumnya saya tidak sempat mampir ke sungai Musi.
Kebetulan sekali ketika saya motret-motret jembatan Ampera dari sekitaran Benteng Kuto Besak, ada tukang perahu sendirian dan dia nawarin untuk naik ke perahunya. Akhirnya setelah tawar-menawar dia mau Rp 75,000.- padahal pergi kemana juga saya kurang begitu tahu. Pokoknya yang penting 'turun' ke sungai Musinya. Akhirnya naiklah saya ke perahu tersebut. Ternyata saya dibawa ke Pulau Kemaro, jadi ada pulau kecil di Sungai Musi tersebut, dan di pulau tersebut ada klenteng lengkap dengan Pagoda nya. Wah lumayan juga nih, soalnya boleh dibilang ini adalah yang pertama kali saya melihat Pagoda di negri sendiri. Biasanya saya melihat Pagoda di Thailand.
Dengan gaya wisatawan lokal dan seorang diri, saya motret-motret Pagoda tersebut. Setelah puas, dengan berperahu saya kembali ke dermaga di depan Benteng Kuto Besak lagi.