Kamis, 30 Juni 2011

Menjangan Island West Bali National Park









Ceritanya liburan kali ini kita mau ke Komodo Island, namun stop over di Bali. Dan juga karena ada kesalahan teknis rencana libur 8 hari menjadi 10 hari. Nach daripada doing nothing di Bali and kebetulan bapaknya anak2 ngga suka kunjungan from temple to temple in Bali.... Karena udach keseringan. Jadi kali ini aku melakukan diving di Menjangan .... Jauh sih emang ... And this is the only diving site yang 'sulit' dikunjungi ya karena jauhnya itu.
So di Bandara Ngurah Rai, kita dijemput oleh team dari Bali Diving, langsung menuju Pemuteran, lewat jalur tengah alias Bedugul. Ada 3 danau yang letaknya berdekatan disitu: danau Beratan, Danau Buyan dan Tamblingan. Pemandangan luar biasa indah dan udaranya sejuk. Sempet narsis karena ngga nahan melewatkan pemandangan indah itu. Sehabis lewat danau2 tersebut, jalanan langsung menurun menuju pantai ...... Setelah sekitar 3.5 jam sampailah kami di Pemuteran. Langsung check in di hotel dan tidur.
Besoknya, kami dijemput team Bali Diving langsung menuju port Menjangan di dekat Mimpi Resort. Ada beberapa turis asing juga yang siap2 diving hari itu. Unfortunately org local yang diving disitu cuma kita berdua. Setelah load semua tank dan peralatan diving lainnya, kita langsung berangkat. Perjalanan ke Pulau Menjangan cuma sekitar 30 menit. Laut biru, sangat jernih ditambah gelombang yang sangat tenang ..... Pemandangan luar biasa .....rasanya aku bersyukur sekali bisa menikmati ciptaan Tuhan yang begitu indah. Dive hari pertama di sisi sebelah Utara, karena arus di sisi Selatan kurang memungkinkan.
Ternyata pemandangan bawah lautnya tidak kalah indahnya dengan yang di atas. Amat sangat luar biasa dengan coral yang sangat subur, ikan-ikan schooling. Tuhan ternyata memang menciptakan Bali dengan sangat Indah. Pantas Bali disebut Pulau Dewata, karena memang indah luar biasa, dari atas bukit dan gunung hingga underwater nya.
Terlebih pas diving hari kedua, aku sangat terkagum-kagum terhadap wall yang luar biasa.... Ada gua kecil yang atapnya berlubang sehingga sinar matahari bisa masuk. Sangat indah
Betul-betul luar biasa, sampai2 ketika aku dive, badanku muter2 melihat ke atas, bawah ....... Ke semua sisi .... Pemandangan yang menakjubkan. Sampai saat ini, inilah dive site yang sangat indah yang pernah aku liat. Visibility di Menjangan sangat clear .....nggak sia-sia perjalanan 3.5 jam dibela-belain.

Senin, 20 Juni 2011

Bandung, again



Satu tempat makan di Bandung yang ngga pernah terlewatkan jika aku ke Bandung adalah Sierra di Dago Pakar. Pokoknya setiap kali ke Bandung aku mesti mampir kesini. Sebenarnya kalo dipikir sih makanan nya standard cafe gitu dech. 'not so bad' but not 'extraordinary'. Dari segi harga ya lumayan reasonable. Namun duduk makan di luar di Sierra yang 'posisinya' lumayan tinggi memberikan suatu kenikmatan tersendiri. Udara sejuk menerpa kulit wajah, lampu2 kota Bandung berkelap-kelip seperti kunang-kunang .... Sungguh merupakan refreshing. Kalo yang kedinginan duduk di luar, bisa duduk di dalem juga dengan sofa-sofa empuknya. Namun memang kalau kita duduk di dalem ngga bisa menikmati pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Bandung, tapi jangan khawatir sebab suasana cafe nya juga lumayan romantis koq. Penataan lampu2 nya dan candle di meja cukup menarik.
Satu hal lagi, Sierra tuch rasanya luas banget. Trus kita juga ngga merasa diburu-buru, ngga seperti di fast food, abis makan ya harus segera meninggalkan tempatnya. Disini kitabisa duduk2 santai berlama-lama sambil menikmati suasana..

Kamis, 31 Maret 2011

HMAS Perth

Last Saturday, I went diving at Sunda Strait. Our plan is to dive at HMAS Perth. From the beginning, I have been warned that the area is suitable only for experienced diver. Well, I was scared at the beginning but curious to see the wreck. Furthermore, It has been for a while I did not dive. So the first diving in 2011 was HMAS Perth.
We went from a small Pier in Bojonegara area (Banten Provoince). The name of the Pier itself is Grenyang. There were 2 boats that departed that day. So we splitted into 2 teams. My husband and I and 3 Indonesian and 1 Australian and 1 German guy in one team.
After about 40 minutes sailing, the dive master tried to locate the shipwreck using a GPS. He also brought a sound finder.
When we found the wreck, the boat threw the anchor. The dive master check the location, he said it is good because current is not to strong. So we went down with a rope until around 25 meters, then we saw there she is ...... lying down on the sand. We dive along the wreck ..... it was beautiful and very big ship wreck.
I could not imagine a strong ship like that now sank in a quite place and became a place for fishes and corals.
The ship itself, sank on March 1, 1942 because of Japanese Torpedoes during World War II. More than 300 people died when it sank.
We dived up to 33 meters, visibility was not really good (probably around 5 meters) we surfaced when one of our buddy reach 50 in her tank.
The second dive after lunch time. when we went down, we found current was very strong. Our rope broke because of it. It was really dangerous diving in that situation, we reach around 14 meters, then our dive master decided to go up. we have to struggle to get into the boat. Not only current was very strong, the wave was big as well. So we missed the second dive.
It's lucky that all of us could be back safely on the boat.

Minggu, 13 Maret 2011

Winter Time in South Korea




One thing that I never imagine before is South Korea can be very cold. It is just like in Canada. But as a tropical person, winter is something different, a new thing, so I enjoy the winter. Snow flakes... the gloomy scenery because all covered by snow and the cold wind. All those things are different from our country and because it is different, it is interesting.
The scenery in South Korea is very nice. Ski resort, Mouth Sorak and many other places are beautiful. Seoul, itself, just like any other big city in the world. It is not as modern as Singapore yet ....
About foods, unlike Japanese, Chinese, Thai or Italian foods, It is quite difficult to adapt with Korean foods. I don't like the taste of Chicken Soup with Ginseng but I like the mushroom and veggie that are used mostly in Bulgogi.
The skin of Korean people is very smooth .... this makes me jealous. I had a chance to sit down in a coffee shop in DongDaemun and watched people passed by. Amazing, they face are really smooth. Korean are good in doing her face treatment. Is it because of Ginseng?

Senin, 24 Januari 2011

Malaysia memang maju




Waktu sekitar bulan November kemarin, saya dan suami sempat ke Kuala Lumpur. Sebenarnya ini bukan merupakan kunjungan kami yang pertama ke sana.
Begitu tiba di Kuala Lumpur kami langsung ke Genting, karena rencananya kami bermalam di Genting. Lumayan soalnya saya senang di Genting karena ada mall nya dan udaranya sejuk. Kali ini kami tidak bisa naik cable car untuk menuju Hotelnya karena cable car nya masih dalam masa perawatan, so terpaksa kita naik bis. Sebenernya sih lebih fun naik cable carnya karena pemandangannya cukup bagus dari atas.
Besomnya turun dari Genting, kami sempat makan di spinning restauant di menara Kuala Lumpur. Sebenarnya sih taste makanan nya standard. Cuma memang pilihan menunya buanyaaak. Dan kita makan buffet disitu, jadi cukup puas. Satu hal yang saya liat dari atas menara KL tersebut adalah cukup rapinya kota KL dibandingkan Jakarta. Banyak gedung2 bertingkat dan pemukiman kumuh ngga keliatan. Atau mungkin karena saya melihat dari tempat yang sangat tinggi sehingga pemukiman kumuhnya ngga terlihat. Yang jelas kota KL lebih modern dan bagus dari Jakarta. Lebih bersih, banyak gedung tinggi dan modern. Pantes aja orang2 sana bisa lebih bangga dari orang Indonesia.
Satu lagi Putra Jaya, pusat pemerintahan yang baru ....... Ya ampun benar2 ditata dengan baik. Kereeen sekali.
Semacet- macetnya KL, rasaan Jakarta lebih parah nih. Sedih dech kaloe membandingkan Jakarta dengan KL.

Selasa, 18 Januari 2011

A piece of Phuket in memory





Masih tentang Phuket. Berhubung saya dan suami pergi sendiri maksudnya ngga pake biro perjalanan. Maka begitu kami mendarat disitu kami Langsung hunting tour. Kita jalan sepanjang jalan utamanya, ternyata disitu banyak sekali yang menawarkan paket wisata atau tiket nonton Thai boxing atau cabaret. Terus terang saya ngga tertarik nonton cabaret or boxing, jadi kita nyari yang tour buat siang hari. Kami masuk ke suatu agent tour yang tempatnya keliatannya oke, kami nanya- nanya disitu. Ada 2 paket pilihan yang tampaknya menarik, paket ke Phi Phi Island dan paket ke James Bond Island. Berhubung waktu kami di phuket sangat terbatas, akhirnya kami memutuskan untuk ikut paket ke James Bond Island. Malamnya, ketika hendak makan malam, kami sedang browsing tempat makan ketika a couple dari Israel (orang Yahudi) menegur dan menyarankan kami milih makan seafood di tempat dimana dia makan. Kata dia sih highly recommended. So kita ikuti dan memang benar seafoodnya enak dan harganya murah. Sambil menunggu makanan, kami ngobrol2 tentang paket wisata di Phuket. Sang istri dengan bangga menceritakan gimana dia mendapatkan paket wisata ke James Bond Island yang menurut dia paling murah karena sebelum dia membeli paket perjalanan itu dia sudah browsing dari ujung ke ujung. Sehingga menurut dia yakin sekali itu yang paling murah. Dan jika saya bandingkan sebenarnya yang dia bayar dengan yang kami bayar tidak berbeda banyak, paling beda sekitar 50 bath (Rp 15,000). Well worth for her dech karena dia browsing dari ujung ke ujung .....hahaha :).

Paginya kami dijemput oleh tour operator tersebut. Kami di bawa ke pelabuhan dan dengan naik kapal besar, kami dibawa menuju James Bond Island. Pemandangannya luar biasa indah, dengan gunung2 batu yang menjukang dari laut. Mirip di china, hanya bedanya di China dari daratan, ini gunungnya dari Laut. Kami mendarat dinpulau kecil yang melihat James Bond Island itu. Hebat sekali location manager dari film James Bond itu, karena memang pemandangannya sangat indah.

Kami juga diajak keliling naik canoe dan akhirnya main berenang di laut. It was really fun.

Pinter sekali pemerintah Thailand jualan tempat wisata. Wisata Phuket cukup maju, hampir menyaingi Bali.

Selasa, 26 Oktober 2010

Beautiful Phuket





Sekitar 2 minggu lalu, kami pergi ke Phuket. Mumpung ada penerbangan murah dari Airasia .... direct flight lagi.
Tujuan ke Phuket sebenarnya adalah diving di Similan Island yang merupakan "world class diving spot" di Thailand. Namun sayangnya kami tidak mengecek diving time yang tepat sebelum beli tiket pesawat. Yang ada malah Similan masih di 'close' untuk diving. Baru dibuka bulan November-April. Weather tidak memungkinkan untuk diving di luar waktu tersebut, so dengan agak kecewa akhirnya kami memilih tempat diving lainnya ..... masih di Andaman Sea.
Jadi kami diving di tempat yang namanya Ratcha Yai/ Ratcha Noi.
Kali ini kami memilih Thailand Diver..... Service Thailand diver ok punya, mereka punya diving boat yang cukup besar.... dengan 2 WC. bawa kompressor sendiri, cukup nyaman. Kapalnya terdiri dari 2 deck, di bawah ada 1 ruangan tertutup, di dalamnya ada video & TV .... jadi kalo mau ambil diving course bisa dilakukan disitu. Trus di depannya ada tempat untuk alat2 divingnya. Divers ngumpul di deck atas. Ada meja panjang dan kursi panjang, ada makanan dan cooler yang besar sekali ..... jadi kalo haus tinggal ambil, mau panas juga ada. Very nice. Dive master kami namanya Christian, dari Switzerland..... (di Swiss, dia biasa dive di danau bukan di laut).
Yang sangat berkesan adalah briefing nya..... he explained everything very detail ..... seperti kita akan ke arah mana, kemudian bagaimana arus nya, lalu apa yang akan kita lakukan, ikan2 apa saja yang kemungkinan akan kita jumpai (lengkap dengan gambar ikannya, yang berwarna dan di laminating). Kemudian jenis-jenis coral nya, vegetasi nya, bottom condition ..... pokoknya jelas banget dech. Jarang di Indo kami di-brief dengan sangat jelas seperti ini. Oh iya satu lagi .... mana binatang/ tumbuhan yang harmful juga dikasih tau ..... don't touch this or don't be near this ..... very clear. Sehingga kami merasa divingnya sangat sukses ...... Thank you Christian!